Minggu, 06 Oktober 2013

Prosesor 64-bit iPhone 5S Tak Ada Gunanya

Prosesor 64-bit iPhone 5S Tak Ada Gunanya - Petinggi pemanufaktur prosesor mobile Qualcomm, Anand Chandrasekher agaknya gemar mengomentari produk milik pesaing perusahaannya.

Setelah sebelumnya sempat menyerang strategi prosesor 8-core dari Mediatek, Wakil Presiden dan Kepala Pemasaran Qualcomm tersebut kali ini mengkritik arsitektur chip 64-bit yang diusung Apple pada prosesor A7 di iPhone 5S.


Prosesor 64-bit iPhone 5S Tak Ada Gunanya


"Saya tahu bahwa ada kehebohan karena (teknologi 64-bit) yang diterapkan Apple pada chip A7. Saya pikir yang mereka lakukan cuma sekadar menambah gimmick, manfaatnya bagi konsumen sama sekali tidak ada," ucap Chandrasekher, sebagaimana dikutip oleh Cnet.

Chandrasekher menjelaskan bahwa arsitektur 64-bit memang diperlukan agar sebuah perangkat komputer bisa mengakses memori yang lebih besar dari 4 GB. Akan tetapi, kebanyakan smartphone seperti iPhone 5S sendiri hanya dibekali RAM sebesar 1 GB atau 2 GB.

Di sisi lain, ARM, perancang prosesor di balik produk-produk chip dari Qualcomm, Apple, Samsung, dan Nvidia meyakini bahwa arsitektur 64-bit cepat atau lambat pasti akan diperlukan di smartphone dan tablet.

Kepala strategi mobile ARM James Bruce menjelaskan bahwa spesifikasi smartphone dan tablet high-end yang beredar saat ini sudah mendekati batas memori 4 GB yang dimungkinkan chip 32-bit.

Langkah Apple mulai menerapkan arsitektur 64-bit di produknya sedari sekarang, karena itu, kemungkinan adalah bagian dari strategi jangka panjang perusahaan tersebut.

"Kami percaya bahwa (teknologi 64-bit Apple) adalah sebuah terobosan dalam jangka panjang karena memberi landasan bagi aplikasi-aplikasi dan kemampuan lintas-platform," ujar analis Jefferies Peter Misek.

Selain Apple, produsen chip gadget lain yang juga telah menyatakan bakal segera mengikuti tren 64-bit adalah Samsung. Ketika produk chip dari perusahaan Korea itu mengumumkan chip 64-bit pertamanya, Apple mungkin sudah akan bergerak ke prosesor 64-bit generasi kedua.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Microsoft Pastikan Nokia Lumia 1020 Masuk Indonesia

Microsoft Pastikan Nokia Lumia 1020 Masuk Indonesia - Lumia 1020 dan Lumia 925 adalah dua ponsel pintar Windows 8 teranyar dari Nokia yang telah beredar selama beberapa waktu di pasaran internasional. Kedua smartphone ini pun bisa dipastikan bakal hadir di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Chris Capossela, Corporate Vice President Consumer Channels Group Microsoft, dalam acara diskusi dengan sejumlah media di Jakarta, Kamis (3/10/2013).

"Saya belum bisa memastikan waktunya, tapi yang jelas akan hadir di Indonesia," ujar Capossela. Dia hanya tersenyum ketika didesak lebih lanjut. "Nanti saya bisa dimarahi kalau mendahului kepala Nokia di sini," candanya.


Microsoft Pastikan Nokia Lumia 1020 Masuk Indonesia


Dari kedua produk itu, Lumia 1020 mungkin adalah yang paling menarik. Smartphone ini dilengkapi dengan kamera 41 megapiksel dan lensa berlabel "Carl Zeiss" yang menjanjikan kualitas tangkapan gambar prima.

Nokia sendiri memang menekankan aspek kamera pada 1020 sebagai nilai jual utamanya. Capossela sempat memamerkan sebuah Lumia 1020 yang dilengkapi aksesori khusus berupa casing dengan baterai tambahan.


Microsoft Pastikan Nokia Lumia 1020 Masuk Indonesia


"Kalau memakai casing itu, daya tahan baterai bisa bertambah hingga 3 jam. Pemakaiannya pun lebih gampang karena ada tambahan handgrip dan tombol shutter. Cara penggunaannya jadi persis kamera sungguhan," imbuh Capossela.

Berdasarkan pantauan Kompas Tekno, Lumia 1020 memang telah terdaftar di Ditjen Postel sejak awal September lalu dengan kode "RM-875", mengacu pada versi internasional ponsel tersebut. Karena itu, boleh jadi perangkat ini akan segera hadir di pasaran Tanah Air dalam waktu dekat.

Adapun informasi harga masih belum diketahui. Sekadar untuk acuan kasar, perangkat ini dibanderol di kisaran 600 dollar AS atau sekitar Rp 7 juta di Amerika Serikat, menyusul pemotongan harga pada awal September.

PHK Massal BlackBerry, Bagaimana Nasib Karyawan di Indonesia

PHK Massal BlackBerry, Bagaimana Nasib Karyawan di Indonesia - BlackBerry kembali melakukan perampingan karyawan secara global sebagai upaya efisiensi.

September lalu, Blackberry mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 4.500 karyawan, atau 40 persen dari jumlah karyawan BlackBerry saat ini, setelah perusahaan mengalami kerugian 1 miliar dollar AS pada kuartal kedua 2013.


PHK Massal BlackBerry, Bagaimana Nasib Karyawan di Indonesia


Berita gembiranya, perampingan karyawan nampaknya tidak terjadi di BlackBerry Indonesia.

Senior Country Product Manager BlackBerry South East Asia, Ardo Fadhola mengatakan kepada The Jakarta Post, bahwa perusahaan tak memiliki rencana untuk melakukan PHK di Indonesia.

"Kami akan mempertahankan jumlah karyawan di Indonesia. Saat ini, kami memiliki sekitar 45 sampai 50 karyawan di kantor Bali, dan sekitar 30 karyawan di Jakarta," ujarnya.

Sekitar 90 persen dari karyawan itu adalah warga negara Indonesia, termasuk Country Manager BlackBerry Indonesia, Maspiyono Handoyo.

Kantor BlackBerry di Jakarta mengurus penjualan dan pemasar ponsel berbasis BlackBerry OS dan BlackBerry 10. Sementara kantor di Denpasar, Bali, secara khusus melakukan aktivitas verifikasi aplikasi untuk dimasukkan dalam toko aplikasi BlackBerry World.

Ardo mengatakan, BlackBerry memiliki sekitar 200 karyawan yang bekerja di kawasan Asia Tenggara.

Meski demikian, BlackBerry Indonesia akan tetap menjalani "restrukturisasi" yang sejalan dengan arahan global. Dengan adanya restrukturisasi ini, BlackBerry Indonesia belum punya rencana untuk menambah karyawan. "Kami akan mempekerjakan karyawan berdasarkan kebutuhan," katanya seperti dikutip dari The Jakarta Post.

Meskipun pangsa pasar BlackBerry turun secara global, Indonesia masih menjadi salah satu pasar penting bagi BlackBerry. Ardo mengklaim, BlackBerry masih masuk dalam tiga besar produsen ponsel terbesar di Indonesia.